Pangkep, Pojoksiar.com — Pemerintah Desa Sabalana di Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, mulai memprioritaskan peningkatan Pendapatan Asli Desa atau PADesa pada tahun anggaran ini. Langkah tersebut diambil guna mendorong kemandirian fiskal desa di tengah tren penurunan pendapatan dalam dua bulan terakhir.

Komitmen tersebut dibahas dalam musyawarah desa khusus yang dihadiri oleh Kepala Desa Sabalana, jajaran kepala dusun, serta pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kantor Desa Sabalana.
Kepala Desa Sabalana Fadrul Ali Baba mengungkapkan, pemerintah desa sebenarnya telah menetapkan target PADesa tahun ini sebesar Rp 126 juta. Namun, realisasi dalam dua bulan terakhir justru menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.

“Kita sudah menetapkan besaran PAD Desa Sabalana tahun ini 126 juta (rupiah), tetapi dua bulan terakhir ini progres penghasilan untuk penghasilan PAD mengalami banyak penurunan,” kata Fadrul di hadapan pengurus BPD dan perangkat desa lainnya, Sabtu (23/6/2026).

Dalam rapat evaluasi tersebut, seluruh pemangku kebijakan desa memetakan sejumlah kendala teknis dan hambatan sosiologis yang terjadi di lapangan. Penurunan pendapatan ini menjadi alarm bagi pemdes untuk segera mereformasi tata kelola penyerapan potensi desa.

Fadrul menekankan pentingnya sinergi lintas sektor di tingkat desa. Menurut dia, target yang telah dipatok hanya dapat tercapai jika seluruh aparatur desa meninggalkan ego sektoral dan mulai mengedepankan kerja kolektif.

“Tugas kita bersama untuk meningkatkan PAD Desa kita. Itu bisa terjadi kalau kita bekerjasama, kerja kolektif, dan harus saling mendukung. Pokoknya tahun ini kita mulai untuk fokus peningkatan pendapatan desa kita, selain juga tetap mendukung program prioritas dari pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten,” ujar Fadrul menambahkan.

Guna memastikan strategi peningkatan pendapatan berjalan efektif, Pemerintah Desa Sabalana langsung menggelar rapat koordinasi lanjutan secara maraton hingga malam hari. Rapat teknis tersebut mempertemukan kepala desa dan kepala dusun dengan seluruh ketua rukun tetangga (RT) dan rukun kampung (RK).

Pelibatan instrumen pemerintahan terkecil (RT/RK) ini dinilai krusias mengingat mereka yang bersentuhan langsung dengan objek dan subjek pajak serta tata kelola potensi ekonomi di masyarakat. Melalui penguatan koordinasi ini, Pemdes Sabalana berharap sumbatan-sumbatan pada pos pendapatan desa dapat segera teratasi tanpa mengabaikan program strategis nasional dan daerah.