Nabire, Pojoksiar.com – Kabar duka datang dari Papua Tengah. Serda Hamdani, prajurit TNI asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tewas dalam serangan kelompok bersenjata yang diduga berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Nabire.

Serda Hamdani gugur saat bertugas di Pos Palang/Jaga 1 PT Kristalin Eka Lestari, Kampung Legari, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT. Dalam insiden tersebut, satu petugas keamanan perusahaan juga dilaporkan meninggal dunia.

Aparat menduga serangan dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Aibon Kogoya. Hingga kini, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Serda Hamdani merupakan anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih. Ia lahir di Maros pada 30 Agustus 1990 dan dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi dalam menjalankan tugas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian hanya ada dua orang yang berada di pos tersebut. Kelompok penyerang diduga memanfaatkan situasi dan langsung melancarkan aksi tembak.

Selain menewaskan dua orang, pelaku juga membawa kabur satu pucuk pistol jenis G2 Combat beserta magazen dan amunisi.

Pihak keluarga di kampung halaman masih menunggu proses pemulangan jenazah dari Nabire. Sejumlah kerabat dan warga disebut telah berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Hingga Sabtu malam, aparat menyatakan situasi keamanan di Kabupaten Nabire masih dalam kondisi rawan namun terkendali. Aparat terus bersiaga untuk mengantisipasi gangguan lanjutan serta mendalami kasus penyerangan tersebut.

Perkembangan terbaru terkait penyerangan yang menewaskan prajurit asal Maros ini masih terus dipantau.