Nabire, Pojoksiar.com – Serangan bersenjata terjadi di Pos Palang/Jaga 1 PT Kristalin Eka Lestari, Kampung Legari, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT. Aksi penyerangan ini menewaskan satu prajurit TNI dan satu petugas keamanan perusahaan tambang.
Aparat menduga kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Aibon Kogoya berada di balik serangan di Nabire tersebut. Hingga malam hari, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Serangan bermula saat kendaraan milik subkontraktor PT Kristalin Eka Lestari melintas dan mendekati pos palang sekitar pukul 15.00 WIT. Pelaku diduga menembak kendaraan tersebut sebanyak dua kali. Sopir langsung memutar balik ke arah dalam perusahaan dan melaporkan kejadian kepada pihak keamanan internal.
Kepala pengamanan perusahaan segera mengerahkan personel. Pada pukul 15.45 WIT, tim dari Nabire tiba di Polsek Legari dan bergabung dengan Satgas Gakkum Damai Cartenz sebelum bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP).
Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 16.24 WIT dan langsung melakukan penyisiran. Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, menyusul ke TKP pukul 16.43 WIT untuk memimpin penanganan. Aparat mengevakuasi korban pada pukul 17.36 WIT dan membawa jenazah ke RSUD Nabire untuk proses visum.
Serangan di Pos PT Kristalin Nabire menewaskan Serda Hamdani (35), anggota Deninteldam XVII/Cenderawasih dan Aksay Sandika Moho (21), security PT Kristalin Eka Lestari.
Saksi menyebut saat kejadian hanya dua orang berada di pos tersebut. Selain menimbulkan korban jiwa, pelaku juga membawa kabur satu pucuk pistol G2 Combat, satu magazen, dan 10 butir amunisi kaliber 9 mm.
Aparat menduga pelaku telah merencanakan serangan dengan mempelajari pola penjagaan di Pos Palang 1 PT Kristalin. Setelah melakukan penembakan, kelompok tersebut melarikan diri ke arah dalam area perusahaan.
Pada waktu yang hampir bersamaan, kendaraan subkontraktor lain juga terkena tembakan di bagian kap mesin. Beruntung tidak ada korban dalam insiden kedua itu.
Aparat mencatat pos yang diserang merupakan pos pengamanan milik perusahaan tambang, bukan pos resmi TNI, meski diisi sejumlah personel TNI untuk membantu pengamanan.
Hingga Sabtu malam, aparat menyatakan situasi keamanan di Kabupaten Nabire masih rawan namun terkendali. TNI-Polri terus bersiaga dan memburu kelompok pelaku serangan bersenjata di Papua Tengah tersebut.
Perkembangan kasus serangan di Pos PT Kristalin Nabire ini masih terus didalami aparat.
- Kronologi lengkap penyerangan Pos PT Kristalin Nabire
- OPM serang Nabire
- Penyerangan Pos PT Kristalin Nabire
- Perkembangan situasi keamanan terbaru di Nabire 2026
- Prajurit TNI dan security tewas dalam serangan di Nabire
- Security tewas di Papua Tengah
- Serangan bersenjata di Nabire
- Serangan OPM pimpinan Aibon Kogoya di Papua Tengah
- TNI tewas di Nabire

Tinggalkan Balasan