Maros, Pojoksiar.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Lau turun tangan mendamaikan dua kelompok pemuda dari Desa Kuri Lompo dan Desa Bonto Mattene, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Langkah ini diambil usai kedua kubu sempat terlibat aksi penyerangan dan pelemparan rumah warga.
Mediasi antara kedua kelompok pemuda tersebut dilangsungkan di Aula Kantor Camat Marusu, Maros, pada Jumat (24/4).
Proses mediasi ini memertemukan langsung para pemuda yang bertikai beserta keluarga mereka guna mencegah meluasnya konflik menjadi perang kelompok.
”Kami mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dengan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, kepolisian, maupun keluarga,” ujar Kapolsek Lau AKP Syamsir kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).
Dalam forum tersebut, aparat kepolisian dan pemerintah kecamatan memfasilitasi dialog terbuka. Masing-masing kelompok diberikan ruang untuk menjelaskan kronologi dan pemicu perselisihan.
Setelah dicapai titik temu dan pemahaman bersama, kedua kubu akhirnya sepakat untuk mengakhiri pertikaian.
Syamsir menegaskan, langkah mediasi ini merupakan upaya preventif polisi untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Maros.
”Harapannya, para pemuda tidak lagi mengulangi perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, serta (bisa) bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” imbuhnya.
Dari hasil pertemuan tersebut, kedua belah pihak menandatangani kesepakatan damai secara kekeluargaan. Para orang tua yang hadir juga menyatakan komitmennya untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak kembali memicu keributan.
Turut hadir dalam mediasi ini Camat Marusu Syamsul Idrus, jajaran Kanit Reskrim dan Intelkam Polsek Lau, serta kepala desa dari kedua wilayah. Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah Kecamatan Marusu dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan