Maros, Pojoksiar.com – Suasana tenang di Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, mendadak mencekam pada Selasa (7/4) malam.

Sekelompok pemuda nekat melakukan aksi penyerangan brutal yang dipicu oleh dendam lama yang kembali membara.
Aksi bak film laga ini terekam jelas oleh kamera CCTV dan menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat belasan pemuda berboncengan motor merangsek masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 23.47 WITA.

Tak sekadar pamer knalpot bising, para pelaku terlihat menenteng senjata tajam jenis busur, membuat warga yang sedang beristirahat lari kocar-kacir menyelamatkan diri.

Usut punya usut, aksi penyerangan ini bukanlah tanpa alasan. Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian, konflik ini berakar dari kasus pengeroyokan antara kelompok pemuda Kecamatan Lau dengan pemuda Desa Baruga yang terjadi dua tahun silam.
Api perselisihan yang dikira sudah padam kembali menyala saat kedua kelompok tidak sengaja berpapasan.

Aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan hingga puncaknya terjadi di depan Kantor Desa Baruga. Beruntung, meski situasi sempat tegang dan menakutkan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Tak ingin kerusuhan meluas, jajaran Polsek Bantimurung bergerak cepat. Polisi langsung merangkul tokoh masyarakat serta orang tua dari kedua belah pihak untuk duduk bersama di meja mediasi.

Kapolsek Bantimurung, Iptu Usman, menegaskan bahwa langkah persuasif diambil demi menjaga kondusivitas wilayah Maros.

“Alhamdulillah, kedua belah pihak sudah bertemu dan sepakat menyelesaikan konflik secara kekeluargaan. Mereka saling memaafkan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” tegas Iptu Usman kepada awak media.

Iptu Usman juga menitipkan pesan keras kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terutama saat keluar malam hari.

“Peran lingkungan dan orang tua sangat vital. Jangan sampai emosi sesaat menghancurkan masa depan. Kami berharap perdamaian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua agar kekerasan tidak lagi menjadi jalan keluar,” tutupnya.

Kini, situasi di Desa Baruga dilaporkan kembali kondusif. Polisi pun tetap menyiagakan personel untuk memastikan tidak ada lagi aksi balasan di kemudian hari.