Maros, Pojoksiar – Sejumlah warga Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros mendeklarasikan dukungan mereka untuk memilih kotak kosong dalam pilkada. Mereka mendirikan Barisan Solidaritas Kotak Kosong Bontoa (Basoka).

Koordinator Basoka, Abdul Azis mengatakan kehadiran Basoka untuk mengkampanyekan untuk memilih kotak kosong. Menurutnya, memilih kotak kosong adalah kewajiban untuk mewujudkan perubahan di Maros.

“Kita mau perubahan. Pemerintahan Maros hari ini tidak berbuat apa-apa untuk masyarakat Maros. Makanya kita ajak masyarakat memilih kotak kosong,” ucapnya, Selasa (29/10/2024).

Ia mengatakan, jika paslon tunggal didukung oleh 16 parpol maka kotak kosong akan diisi dan didukung oleh warga yang selama ini tidak menikmati haknya. Azis yakin kotak kosong adalah jawaban untuk hadirnya pemimpin di Maros yang lebih baik.

“16 partai berada di kubu CS Ta (Chaidir Syam-Andi Muetazim Mansur) dan
Kotak kosong akan diisi orang muda, ibu-ibu dan rakyat kecil lainnya. Memilih kotak kosong adalah pilihan politik sadar untuk memperbaiki Kabupaten Maros menjadi lebih baik,” ucapnya.

Ia mengingatkan agar warga tidak khawatir jika kelak kotak kosong menang dan Maroa akan dipimpin oleh Pjs Bupati sampai pilkada 2025. Menurutnya, hal itu bukan masalah.

“Sulsel ini sudah dipimpin 2 Pjs Gubernur dan semua baik-baik saja. Maros juga kalau nanti dipimpin Pjs juga tak masalah dan itu lebih baik daripada dipimpin sama yang tidak berpihak sama rakyat,” tegasnya.

Basoka Maros, mengatakan akan bekerja keras untuk memberi pemahaman ke masyarakat dalam mencoblos kotak kosong. Ia menyayangkan ada pihak yang melempar isu jika tidak ke TPS berarti memilih kotak kosong.

“Kami mengimbau semua tetap ke TPS dan coblos nomor 1 yang tidak ada gambarnya. Ada juga pihak yang mengatakan kotak kosong berarti tidak ke TPS, itu salah dan menyesatkan,” ujarnya.