Jakarta, Pojoksiar – Seorang dokter di Rumah Sakit Medistra mempertanyakan kebijakan manajemen rumah sakit memberlakukan aturan larangan hijab bagi dokter maupun perawat. Hal itu terungkap setelah surat dr Diani Kartini tersebar di media sosial.
Dalam surat tersebut, dr Diani mengungkapkan beberapa waktu lalu asisten dan kerabatnya yang berhijab mendaftar sebagai Dokter Umum di RS Medistra. Dalam sesi wawancara, keduanya ditanya apakah siap melepas hijab jika diterima bekerja.
“Saya sangat menyayangkan jika di zaman sekarang masih ada pertanyaan RASIS, Dikatakan RS Medistra berstandar Interasional tetapi kenapa masih RASIS seperti itu?,” kata dr Diani dalam suratnya pertanggal 28 Agustus 2024.
dr Diani dengan tegas menantang manajemen RS Medistra jika memang ingin RS Medistra hanya untuk golongan tertentu agar menyampaikan secara terbuka ke publik. Hal itu agar dalam perekrutan karyawan dan pelayanan pasien bisa jelas untuk golongan yang diinginkan manajemen.
“Jika RS Medistra memang RS untuk golongan tertentu, sebaiknya jelas dituliskan saja kalau RS Medistra untuk golongan tertentu sehingga jelas siapa yang bekerja dan datang sebagai pasien,” tulisanya.
“Sangat disayangkan sekali dalam wawancara timbul pertanyaan yang menurut pendapat saya adalah RASIS,” sambungnya.
Surat dr Diani ini mendapat banyak tanggapan dari warga net.
Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Cholil Nafis dengan tegas menyebutkan sikap RS Medistra tidak layak memiki tempat di Indonesia. Ia meminta pihak berwenang agar mengusut hal ini
“Rumah Sakit yang masih phobia hijab begini baiknya tak usah buka di Indonesia krn kita sdh merdeka dan dijamin kebebasan utk menjalankan ajaran agamanya masing2. Tlg pihak berwenang agar kasus di RS itu diusut ya agar tak menjadi preseden buruk,” demikian cuitan Rais Syuriah PBNU ini.

Tinggalkan Balasan