Teheran, Pojoksiar.com — Pidato nasional pertama pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, langsung menyita perhatian dunia internasional. Dalam pernyataannya, ia menegaskan Iran akan tetap menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tetangga jika ketegangan di kawasan terus meningkat.
Dalam pidato yang disampaikan kepada publik Iran, Khamenei menegaskan bahwa negaranya pada prinsipnya menginginkan hubungan damai dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Namun ia menilai keberadaan pangkalan militer AS di wilayah tersebut sebagai sumber ancaman.
“Kami percaya pada perdamaian dan persahabatan dengan negara-negara tetangga, tetapi pangkalan Amerika di Timur Tengah harus ditutup,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Khamenei juga menyinggung posisi strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.
Ia menyatakan bahwa Iran akan mempertahankan penutupan selat tersebut sebagai bentuk tekanan strategis dalam menghadapi konflik. Menurutnya, Iran juga telah mempelajari kemungkinan membuka “front baru” di wilayah yang dianggap rentan bagi pihak lawan.
Langkah tersebut, kata dia, akan dipertimbangkan jika situasi militer terus berlanjut dan dinilai merugikan kepentingan Iran.
Dalam bagian lain pidatonya, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan meninggalkan tuntutan pembalasan atas setiap warganya yang tewas dalam konflik.
Ia menyebut perjuangan tersebut bukan hanya terkait dengan pemimpin revolusi, tetapi juga bagi setiap warga Iran yang gugur.
Khamenei juga menyinggung insiden di sebuah sekolah dasar putri di kota Minab yang menurutnya menewaskan lebih dari 170 siswa dan guru. Peristiwa tersebut disebutnya sebagai salah satu alasan mengapa Iran akan terus menuntut pertanggungjawaban.
Pernyataan dari pemimpin baru Iran ini berpotensi memicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Para pengamat menilai isu terkait Selat Hormuz sangat sensitif karena jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.
Setiap ancaman terhadap jalur ini dapat berdampak langsung pada stabilitas keamanan kawasan serta pergerakan harga minyak global.

Tinggalkan Balasan