Makassar, Pojoksiar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan yang berlaku pada 24 Februari hingga 1 Maret 2026.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di perairan.
Faktor Atmosfer Picu Hujan Lebat
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, BMKG mengidentifikasi adanya kombinasi sejumlah fenomena global dan regional yang memperkuat pembentukan awan hujan di Sulawesi Selatan.
Fenomena tersebut meliputi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan konvektif secara signifikan.
Kondisi ini diperkirakan meningkatkan potensi hujan intensitas sedang hingga sangat lebat pada periode akhir Februari 2026.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat–Sangat Lebat
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah:
Parepare
Barru
Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep)
Maros
Makassar
Gowa
Takalar
Kepulauan Selayar
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di sebagian wilayah:
Luwu Utara
Pinrang
Sidrap
Soppeng
Bone
Sinjai
Jeneponto
Bantaeng
Bulukumba
Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
Gelombang Tinggi 1,25–2,5 Meter di Sejumlah Perairan
BMKG juga mengimbau masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter.
Gelombang tinggi berpotensi terjadi di perairan:
Pinrang
Barru
Makassar
Pangkajene dan Kepulauan
Kepulauan Selayar
Bulukumba
Kepulauan Takabonerate
Jeneponto
Kondisi ini dapat berdampak pada aktivitas pelayaran, nelayan tradisional, hingga kegiatan wisata bahari.
Masyarakat Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
BMKG Sulawesi Selatan mengimbau pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Langkah antisipasi yang disarankan antara lain:
Memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem drainase, menjaga tata kelola sumber daya air, melakukan penghijauan dan penataan lingkungan, memangkas dan memperkuat pohon yang berisiko tumbang, tidak membuang sampah sembarangan, menghindari lokasi rawan bencana saat hujan lebat dan masyarakat juga diminta aktif memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG guna memperoleh peringatan dini secara berkala.
Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui layanan 24 jam BMKG Sulawesi Selatan, baik melalui situs resmi, media sosial, maupun layanan pesan singkat.
Peringatan dini ini ditetapkan di Makassar pada 23 Februari 2026 oleh Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil.

Tinggalkan Balasan