Makassar, Pojoksiar.com – Di tengah kelesuan permintaan semen nasional dan persaingan industri yang semakin ketat, PT Semen Tonasa memilih fokus pada strategi inovasi dan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas kinerja perusahaan di masa depan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara Media Gathering bertajuk “Inovasi dan Kolaborasi Membangun Masa Depan Berkelanjutan” yang digelar di Hotel Horison Ultima, Makassar, Sabtu (13/12/2025).
Direktur Keuangan PT Semen Tonasa, Sulaiha Muhyiddin, mengungkapkan bahwa industri semen tahun ini menghadapi tantangan besar akibat lemahnya permintaan (demand) nasional sejak awal tahun. Kondisi ini turut memberikan tekanan pada target tahunan perusahaan.
”Kondisi demand nasional di awal tahun memang memberikan tekanan terhadap kinerja penjualan. Namun, kami tetap optimis dengan fokus pada perbaikan kualitas earnings, efisiensi biaya, dan inovasi operasional,” ujar Sulaiha di hadapan 50 jurnalis asal Pangkep dan Makassar.
Sulaiha menambahkan, perusahaan kini tengah mengoptimalkan jalur distribusi agar produk lebih cepat terserap pasar, sekaligus memastikan kontribusi perusahaan tetap berdampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional.
PT Semen Tonasa mencatatkan angka pertumbuhan yang cukup kompetitif. Direktur Operasional PT Semen Tonasa, Mochamad Alfin Zaini, memaparkan bahwa saat ini industri semen nasional mengalami oversupply.
”Kapasitas industri semen nasional mencapai 116 juta ton per tahun, namun utilisasinya hanya sekitar 55 persen. Persaingan di lapangan sangat berat,” jelas Alfin.
Namun, ia menyebutkan bahwa Semen Tonasa berhasil mencatatkan tingkat utilisasi produksi sebesar 75 persen, angka yang secara signifikan berada di atas rata-rata nasional. Sejak Juli hingga November 2025, perusahaan terus menunjukkan tren pemulihan positif.
Semen Tonasa juga memperkuat sisi hilir melalui pembinaan tenaga kerja konstruksi. Berikut adalah poin-poin strategis yang dijalankan, Peningkatan Produktivitas diantaranya Efisiensi di sektor energi dan biaya operasional pabrik.
Edukasi Tukang meliputi Melakukan pelatihan berkala bagi para tukang sebagai ujung tombak pengguna produk di lapangan.
Serta Kemitraan Media, memposisikan media sebagai mitra strategis untuk transparansi informasi publik.
”Tukang adalah pihak yang menentukan persepsi kualitas di lapangan. Kami membina mereka agar memahami teknik penggunaan semen yang benar sehingga hasil bangunan berkualitas tinggi,” tutup Alfin.
Kegiatan yang berlangsung informal ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara korporasi dan insan pers dalam menyajikan informasi yang akurat dan inspiratif bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan